Contoh Soal Tes Teknik Telekomunikasi dan Radar AirNav Indonesia Tes Kemampuan Bidang (TKB)

Tes Teknik Telekomunikasi dan Radar AirNav Indonesia merupakan bagian dari Tes Kemampuan Bidang (TKB) yang bertujuan mengukur pemahaman peserta terhadap sistem komunikasi, navigasi, dan pengawasan penerbangan. Materi yang perlu dipahami umumnya mencakup dasar telekomunikasi, elektronika, propagasi gelombang, antena dan modulasi, komunikasi VHF/HF, radar PSR dan SSR, Mode S, ADS-B, VOR/DVOR, DME, ILS, pengukuran sinyal, troubleshooting, serta konsep CNS (Communication, Navigation, Surveillance).

Artikel ini menyajikan contoh soal Tes Teknik Telekomunikasi dan Radar AirNav Indonesia yang disusun berdasarkan materi tersebut. Soal dibuat untuk membantu Anda memahami pola pertanyaan teknis, menguji penguasaan konsep, serta melatih kemampuan analisis dalam menghadapi kasus-kasus yang berkaitan dengan perangkat telekomunikasi dan radar penerbangan.

Contoh Soal Tes Teknik Telekomunikasi dan Radar AirNav Indonesia

Berikut beberapa contoh soal yang dapat digunakan untuk melatih pemahaman materi telekomunikasi, radar, navigasi, serta sistem CNS yang relevan dengan Tes Kemampuan Bidang (TKB) AirNav Indonesia. Setiap soal dilengkapi pilihan jawaban, kunci, dan pembahasan singkat.

Soal 1

Pada sistem komunikasi VHF penerbangan, kualitas penerimaan tiba-tiba menurun ketika pesawat semakin jauh dari stasiun darat meskipun daya pancar tetap normal. Faktor yang paling mungkin menyebabkan kondisi tersebut adalah ….

A. Perubahan impedansi antena akibat modulasi
B. Karakteristik propagasi VHF yang dominan line of sight
C. Penurunan frekuensi carrier karena jarak
D. Peningkatan bandwidth pada receiver
E. Perubahan polarisasi akibat sistem DME

Jawaban: B

Pembahasan:
Gelombang VHF pada komunikasi penerbangan terutama merambat secara line of sight. Semakin jauh pesawat dari stasiun darat atau semakin terhalang kondisi geografis, kualitas sinyal dapat menurun.

Soal 2

Sebuah radar primer mampu mendeteksi keberadaan pesawat, tetapi tidak memperoleh informasi identitas maupun ketinggian dari target. Kondisi tersebut paling tepat dijelaskan karena radar primer ….

A. hanya menerima data dari ADS-B
B. membutuhkan kode transponder pesawat
C. mendeteksi target berdasarkan pantulan gelombang elektromagnetik
D. hanya bekerja pada jalur komunikasi VHF
E. tidak dapat menentukan jarak target

Jawaban: C

Pembahasan:
Primary Surveillance Radar (PSR) bekerja dengan memancarkan gelombang radio dan menerima pantulannya dari objek. Sistem ini dapat mendeteksi posisi target tanpa bergantung pada transponder.

Soal 3

Dalam pemeriksaan sistem antena, teknisi memperoleh nilai VSWR yang jauh lebih tinggi daripada kondisi normal. Temuan tersebut menunjukkan kemungkinan adanya ….

A. ketidaksesuaian impedansi antara antena dan saluran transmisi
B. peningkatan sensitivitas receiver
C. modulasi berlebih pada sinyal suara
D. penurunan kecepatan propagasi gelombang
E. gangguan pada transponder pesawat

Jawaban: A

Pembahasan:
VSWR tinggi menunjukkan ketidakcocokan impedansi antara antena dan saluran transmisi. Kondisi ini menyebabkan sebagian daya dipantulkan kembali sehingga efisiensi pancaran menurun.

Soal 4

Pada Secondary Surveillance Radar, pesawat dapat memberikan informasi tertentu kepada stasiun radar karena sistem ini memanfaatkan ….

A. pantulan pasif dari badan pesawat
B. sinyal navigasi dari ILS
C. frekuensi komunikasi suara pilot
D. proses interrogation dan reply melalui transponder
E. gelombang permukaan dari antena radar

Jawaban: D

Pembahasan:
SSR bekerja dengan mengirimkan interrogation kepada transponder pesawat. Transponder kemudian memberikan reply yang dapat memuat informasi identitas maupun ketinggian.

Soal 5

Perangkat DME digunakan dalam sistem navigasi penerbangan untuk memberikan informasi utama berupa ….

A. arah magnetik pesawat terhadap runway
B. sudut glide path saat pendekatan
C. jarak miring antara pesawat dan stasiun darat
D. identitas radar pada layar ATC
E. kekuatan sinyal komunikasi VHF

Jawaban: C

Pembahasan:
Distance Measuring Equipment (DME) mengukur slant range antara pesawat dan stasiun darat berdasarkan waktu tempuh sinyal interrogation dan reply.

Soal 6

Dalam sistem Instrument Landing System (ILS), localizer berfungsi untuk memberikan informasi mengenai ….

A. posisi lateral pesawat terhadap centerline runway
B. sudut penurunan pesawat menuju runway
C. jarak pesawat terhadap stasiun DME
D. identitas pesawat kepada pengendali lalu lintas udara
E. kecepatan pesawat saat melakukan pendekatan

Jawaban: A

Pembahasan:
Localizer memberikan panduan horizontal atau lateral agar pesawat tetap berada pada garis tengah runway selama proses pendekatan.

Soal 7

Sebuah stasiun ADS-B menerima data posisi pesawat secara periodik tanpa harus mengirimkan interrogation terlebih dahulu. Karakteristik tersebut menunjukkan bahwa ADS-B bekerja dengan prinsip ….

A. pemantulan sinyal secara pasif dari badan pesawat
B. penyiaran otomatis data posisi dan informasi penerbangan
C. pengukuran jarak berdasarkan waktu tempuh pulsa radar
D. komunikasi suara melalui frekuensi VHF
E. pengolahan sinyal berdasarkan efek Doppler

Jawaban: B

Pembahasan:
ADS-B bekerja secara broadcast. Pesawat secara otomatis mengirimkan informasi seperti posisi, altitude, identitas, dan kecepatan tanpa harus menerima interrogation dari stasiun darat.

Soal 8

Ketika teknisi melakukan pengukuran pada jalur transmisi RF, ditemukan nilai insertion loss yang lebih besar dari spesifikasi. Kondisi tersebut paling mungkin menyebabkan ….

A. peningkatan bandwidth antena
B. penguatan sinyal pada receiver
C. penurunan daya sinyal yang sampai ke perangkat tujuan
D. perubahan fungsi radar menjadi mode pasif
E. peningkatan akurasi penentuan jarak

Jawaban: C

Pembahasan:
Insertion loss menunjukkan besarnya daya yang hilang ketika sinyal melewati kabel, konektor, filter, atau perangkat tertentu. Semakin besar insertion loss, semakin kecil daya yang diterima di sisi keluaran.

Soal 9

Pada sistem SSR Mode S, keunggulan utama dibandingkan SSR konvensional adalah kemampuan untuk ….

A. mendeteksi pesawat tanpa transponder
B. menggantikan seluruh fungsi primary radar
C. mengukur arah pesawat dengan localizer
D. melakukan komunikasi selektif dengan transponder tertentu
E. mengirimkan panduan glide slope saat pendaratan

Jawaban: D

Pembahasan:
Mode S memungkinkan interrogation secara selektif terhadap pesawat tertentu melalui alamat unik transponder. Hal ini membantu mengurangi garbling dan meningkatkan efisiensi pertukaran data surveillance.

Soal 10

Saat pemeriksaan sistem komunikasi, receiver mampu menangkap sinyal carrier tetapi audio yang diterima mengalami distorsi berat. Langkah pemeriksaan yang paling relevan dilakukan terlebih dahulu pada bagian ….

A. reflector antena radar
B. transponder pesawat
C. sistem DME ground station
D. generator pulsa PSR
E. rangkaian demodulator dan jalur audio receiver

Jawaban: E

Pembahasan:
Jika carrier dapat diterima tetapi informasi audio mengalami distorsi, gangguan lebih mungkin terjadi pada proses demodulasi atau pengolahan audio setelah sinyal RF diterima.

Soal 11

Pada sistem radar, pulse repetition frequency (PRF) terlalu tinggi dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya ….

A. ambiguous range pada target yang berjarak jauh
B. penurunan frekuensi carrier secara otomatis
C. hilangnya modulasi pada sinyal komunikasi
D. perubahan polarisasi antena radar
E. kegagalan transponder menghasilkan kode identitas

Jawaban: A

Pembahasan:
PRF yang terlalu tinggi memperpendek interval antar pulsa. Pantulan dari target jauh dapat tiba setelah pulsa berikutnya dipancarkan sehingga radar salah menentukan pulsa asal dan menghasilkan ambiguous range.

Soal 12

Teknisi menemukan komunikasi VHF hanya mengalami gangguan pada satu kanal tertentu, sedangkan kanal lain beroperasi normal. Pemeriksaan awal yang paling tepat adalah ….

A. mengganti seluruh sistem antenna array
B. memeriksa synthesizer, filter, dan jalur RF pada frekuensi terkait
C. menonaktifkan seluruh receiver untuk kalibrasi ulang
D. mengganti transponder pada pesawat
E. mengubah konfigurasi ADS-B ground station

Jawaban: B

Pembahasan:
Gangguan yang hanya terjadi pada satu kanal biasanya berkaitan dengan bagian yang bersifat frequency-dependent, seperti synthesizer, filter, cavity, atau jalur RF pada frekuensi tersebut.

Soal 13

Perbedaan utama antara PSR dan SSR dalam mendeteksi target adalah ….

A. PSR hanya dapat digunakan ketika pesawat berada di apron
B. SSR menentukan posisi berdasarkan pantulan pasif badan pesawat
C. PSR mendeteksi pantulan objek, sedangkan SSR bergantung pada respons transponder
D. PSR hanya menggunakan data GNSS, sedangkan SSR menggunakan VOR
E. SSR tidak dapat memberikan informasi identitas pesawat

Jawaban: C

Pembahasan:
PSR mendeteksi target dari energi elektromagnetik yang dipantulkan objek. SSR mengirim interrogation dan menerima reply dari transponder pesawat, sehingga dapat memperoleh informasi tambahan seperti identitas dan altitude.

Soal 14

Sinyal glide slope pada ILS digunakan pilot atau sistem autopilot untuk menentukan ….

A. jarak horizontal menuju threshold runway
B. posisi lateral terhadap centerline runway
C. identitas stasiun navigasi
D. jalur penurunan vertikal yang sesuai saat approach
E. kecepatan relatif pesawat terhadap ground station

Jawaban: D

Pembahasan:
Glide slope menyediakan panduan vertikal selama pendekatan. Sementara itu, panduan lateral terhadap centerline runway diberikan oleh localizer.

Soal 15

Receiver telekomunikasi memiliki sensitivitas baik, tetapi sering menangkap sinyal kuat dari kanal berdekatan sehingga komunikasi utama terganggu. Parameter receiver yang paling perlu dievaluasi adalah ….

A. output power transmitter
B. antenna gain
C. modulation depth
D. pulse width
E. selectivity

Jawaban: E

Pembahasan:
Selectivity menunjukkan kemampuan receiver membedakan sinyal yang diinginkan dari sinyal lain yang frekuensinya berdekatan. Selectivity buruk dapat menyebabkan adjacent-channel interference.

Soal 16

Dalam sistem radar, kemampuan memisahkan dua target yang berada pada arah sama tetapi memiliki jarak sangat berdekatan terutama dipengaruhi oleh ….

A. pulse width
B. warna simbol pada radar display
C. kode identifikasi transponder
D. tinggi antena komunikasi VHF
E. frekuensi audio receiver

Jawaban: A

Pembahasan:
Range resolution dipengaruhi oleh lebar pulsa. Semakin pendek pulse width, semakin baik kemampuan radar membedakan dua target yang berjarak sangat dekat.

Soal 17

Ground station menerima data ADS-B dengan posisi yang meloncat tidak wajar, sedangkan link penerimaan RF terpantau stabil. Komponen sumber data pesawat yang patut dicurigai terlebih dahulu adalah ….

A. localizer receiver
B. sistem navigasi GNSS yang memasok data posisi ke ADS-B
C. DME interrogator ground station
D. radar primary transmitter
E. VHF voice communication system

Jawaban: B

Pembahasan:
ADS-B umumnya memperoleh informasi posisi dari sistem navigasi onboard, terutama GNSS. Jika RF link normal tetapi posisi yang dikirim tidak konsisten, validitas sumber data navigasi perlu diperiksa.

Soal 18

Nilai return loss yang besar pada suatu saluran RF umumnya menunjukkan ….

A. refleksi daya yang sangat tinggi
B. daya transmitter selalu melebihi spesifikasi
C. tingkat matching impedansi yang relatif baik
D. receiver mengalami saturation
E. modulasi transmitter terlalu dalam

Jawaban: C

Pembahasan:
Return loss yang besar berarti daya yang dipantulkan kembali relatif kecil. Kondisi tersebut umumnya menunjukkan matching impedansi yang baik antara saluran transmisi dan beban.

Soal 19

Saat melakukan troubleshooting radar, seluruh target pada satu sektor azimuth tertentu tidak muncul, sedangkan sektor lainnya normal. Gangguan paling logis untuk diperiksa adalah ….

A. modulasi audio VHF
B. glide slope transmitter
C. data GNSS pesawat
D. subsistem antenna scanning atau pengolahan data azimuth
E. marker beacon receiver

Jawaban: D

Pembahasan:
Hilangnya target secara konsisten pada sektor azimuth tertentu mengarah pada gangguan yang berkaitan dengan arah pemindaian, encoder azimuth, distribusi sinyal antena, atau pengolahan data sektor tersebut.

Soal 20

Dalam pemeliharaan fasilitas CNS, sistem redundansi diterapkan terutama untuk ….

A. meningkatkan frekuensi kerja seluruh perangkat
B. mengurangi kebutuhan pengujian berkala
C. menghilangkan kebutuhan preventive maintenance
D. meningkatkan jumlah kanal komunikasi tanpa batas
E. menjaga keberlangsungan layanan ketika perangkat utama mengalami kegagalan

Jawaban: E

Pembahasan:
Redundansi menyediakan perangkat atau jalur cadangan sehingga layanan penting tetap dapat berjalan apabila sistem utama mengalami gangguan atau kegagalan.

Ingin Latihan Lebih Banyak Soal Tes Teknik Telekomunikasi dan Radar AirNav Indonesia?

Jika Anda ingin mengerjakan lebih banyak soal Tes Teknik Telekomunikasi dan Radar AirNav Indonesia, Anda dapat mengakses paket latihan di bimbel.fungsional.id. Tersedia soal latihan yang dapat dikerjakan melalui sistem CBT sehingga Anda bisa berlatih sekaligus mengevaluasi pemahaman materi sebelum menghadapi Tes Kemampuan Bidang (TKB).

Bagi bimbel, lembaga pelatihan, maupun instansi yang membutuhkan pembuatan soal Tes Teknik Telekomunikasi dan Radar AirNav Indonesia dengan materi dan tingkat kesulitan yang dapat disesuaikan, kami juga menyediakan layanan penyusunan soal sesuai kebutuhan. Silakan hubungi kami melalui WhatsApp yang tersedia di website ini untuk konsultasi terkait jumlah soal, kisi-kisi, tingkat kesulitan, maupun format pengerjaan yang diinginkan.

Bagikan Sekarang