Contoh Soal Vignette UKOM Keperawatan & Ners Serta Kunci Jawaban dan Pembahasannya

Uji Kompetensi (UKOM) Keperawatan dan Ners merupakan salah satu tahapan penting untuk mengukur kemampuan calon tenaga keperawatan dalam menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan penalaran klinis. Salah satu bentuk soal yang sering digunakan adalah vignette, yaitu soal berbasis kasus singkat yang memuat kondisi pasien, hasil pemeriksaan, atau situasi klinis tertentu untuk menentukan tindakan keperawatan yang paling tepat.

Artikel ini menyajikan contoh soal vignette UKOM Keperawatan & Ners lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasannya. Materi latihan mencakup keperawatan medikal bedah, maternitas, anak, jiwa, komunitas, kegawatdaruratan, keselamatan pasien, etika, serta penentuan prioritas tindakan keperawatan.

Contoh Soal Vignette UKOM Keperawatan & Ners

Berikut beberapa contoh soal vignette UKOM Keperawatan & Ners yang disusun dalam bentuk kasus klinis singkat. Soal-soal ini dirancang untuk melatih kemampuan Anda dalam menganalisis kondisi pasien, menentukan prioritas masalah, serta memilih tindakan keperawatan yang paling tepat berdasarkan situasi yang diberikan.

Soal 1

Seorang laki-laki berusia 58 tahun dirawat dengan diagnosis gagal jantung kongestif. Hasil pengkajian menunjukkan sesak saat berbaring, edema tungkai, frekuensi napas 28 kali/menit, dan SpO₂ 91%. Tindakan keperawatan yang paling diprioritaskan adalah ….

A. Memposisikan pasien semi-Fowler dan memantau status pernapasan
B. Membatasi kunjungan keluarga selama perawatan
C. Menganjurkan pasien meningkatkan asupan cairan
D. Melatih pasien berjalan di sekitar ruangan
E. Memberikan makanan tinggi natrium

Jawaban: A

Pembahasan:
Pasien menunjukkan gangguan pernapasan akibat kongesti paru. Posisi semi-Fowler membantu meningkatkan ekspansi paru dan mengurangi beban pernapasan sehingga menjadi tindakan prioritas.

Soal 2

Seorang perempuan berusia 32 tahun, hari pertama pascapersalinan normal, mengeluh darah keluar cukup banyak. Hasil pemeriksaan menunjukkan uterus teraba lembek dan fundus lebih tinggi dari yang diperkirakan. Tindakan keperawatan awal yang paling tepat adalah ….

A. Menganjurkan ibu segera tidur
B. Melakukan masase fundus uteri
C. Memberikan minuman hangat
D. Mengajarkan teknik menyusui
E. Mengukur tinggi badan ibu

Jawaban: B

Pembahasan:
Uterus lembek setelah persalinan mengarah pada atonia uteri yang dapat menyebabkan perdarahan postpartum. Masase fundus dilakukan untuk merangsang kontraksi uterus.

Soal 3

Seorang anak berusia 3 tahun datang ke IGD dengan diare cair sejak kemarin. Anak tampak lemas, mata cekung, mukosa mulut kering, dan turgor kulit kembali lambat. Prioritas masalah keperawatan pada kondisi tersebut adalah ….

A. Gangguan pola tidur
B. Intoleransi aktivitas
C. Defisit volume cairan
D. Gangguan komunikasi verbal
E. Risiko gangguan perkembangan

Jawaban: C

Pembahasan:
Tanda mata cekung, mukosa kering, lemas, dan penurunan turgor menunjukkan dehidrasi. Masalah utama adalah defisit volume cairan yang harus segera ditangani.

Soal 4

Seorang pasien berusia 45 tahun dirawat setelah operasi abdomen. Empat jam setelah operasi, pasien mengeluh nyeri skala 8 dari 10, tampak meringis, tekanan darah 150/90 mmHg, dan nadi 104 kali/menit. Tindakan perawat yang paling tepat adalah ….

A. Menyarankan pasien menahan nyeri hingga jadwal obat berikutnya
B. Membiarkan pasien tidur tanpa melakukan pengkajian
C. Meminta keluarga memijat area operasi
D. Mengkaji karakteristik nyeri dan memberikan intervensi sesuai program terapi
E. Mengajarkan latihan berjalan segera

Jawaban: D

Pembahasan:
Nyeri berat pascaoperasi harus dikaji secara sistematis, kemudian ditangani dengan intervensi farmakologis maupun nonfarmakologis sesuai kondisi dan program terapi.

Soal 5

Seorang pasien dengan diabetes melitus tiba-tiba mengalami keringat dingin, gemetar, lemas, dan sulit berkonsentrasi. Pemeriksaan glukosa darah menunjukkan 58 mg/dL. Pasien masih sadar dan mampu menelan. Tindakan awal yang paling tepat adalah ….

A. Memberikan insulin tambahan
B. Membatasi asupan makanan
C. Meminta pasien beristirahat tanpa intervensi
D. Memberikan cairan infus natrium klorida
E. Memberikan sumber karbohidrat cepat serap

Jawaban: E

Pembahasan:
Glukosa darah 58 mg/dL menunjukkan hipoglikemia. Pada pasien sadar dan mampu menelan, tindakan awal adalah memberikan karbohidrat cepat serap untuk meningkatkan kadar glukosa darah.

Soal 6

Seorang pasien stroke mengalami kelemahan pada sisi kanan tubuh. Saat diberikan minum, pasien beberapa kali batuk dan suara menjadi terdengar basah. Tindakan keperawatan yang paling tepat adalah ….

A. Menghentikan pemberian oral sementara dan melakukan penilaian kemampuan menelan
B. Memberikan minum menggunakan sedotan
C. Menganjurkan pasien menelan lebih cepat
D. Memberikan makanan dalam posisi telentang
E. Meminta keluarga melanjutkan pemberian cairan

Jawaban: A

Pembahasan:
Batuk dan perubahan suara setelah menelan mengarah pada gangguan menelan dan risiko aspirasi. Pemberian oral harus dihentikan sementara sampai kemampuan menelan dinilai.

Soal 7

Seorang pasien dengan skizofrenia mengatakan, “Saya mendengar suara yang menyuruh saya melukai diri sendiri.” Pasien tampak gelisah dan sering melihat ke arah tertentu. Tindakan pertama yang paling tepat adalah ….

A. Menyangkal bahwa suara tersebut tidak nyata
B. Mengkaji isi halusinasi dan risiko pasien melakukan perintah tersebut
C. Meminta pasien beristirahat sendirian di kamar
D. Mengalihkan pembicaraan ke topik lain
E. Memberikan nasihat agar pasien tidak memikirkan suara tersebut

Jawaban: B

Pembahasan:
Halusinasi yang berisi perintah untuk melukai diri memiliki risiko keselamatan tinggi. Perawat perlu segera mengkaji isi, intensitas, dan kemungkinan pasien mengikuti perintah tersebut.

Soal 8

Seorang ibu hamil usia kehamilan 34 minggu datang dengan keluhan sakit kepala hebat dan pandangan kabur. Tekanan darah 170/110 mmHg dan terdapat edema pada tungkai. Masalah yang perlu diprioritaskan adalah ….

A. Risiko gangguan pola tidur
B. Ketidaknyamanan kehamilan
C. Risiko kejang akibat preeklamsia berat
D. Kurangnya aktivitas fisik
E. Defisit pengetahuan tentang nutrisi

Jawaban: C

Pembahasan:
Hipertensi berat disertai sakit kepala dan gangguan penglihatan merupakan tanda preeklamsia berat yang meningkatkan risiko eklamsia atau kejang.

Soal 9

Seorang pasien dengan PPOK mengalami sesak napas dan tampak menggunakan otot bantu pernapasan. Frekuensi napas 30 kali/menit dan SpO₂ 88%. Pasien mendapatkan terapi oksigen sesuai program. Evaluasi utama yang harus dilakukan perawat adalah ….

A. Frekuensi buang air besar
B. Tingkat nafsu makan
C. Kekuatan genggam tangan
D. Perubahan saturasi oksigen dan tanda distres pernapasan
E. Durasi tidur malam

Jawaban: D

Pembahasan:
Pada pasien PPOK dengan hipoksemia, efektivitas terapi oksigen dinilai terutama melalui saturasi oksigen, frekuensi napas, penggunaan otot bantu, dan tanda distres pernapasan.

Soal 10

Seorang pasien lanjut usia dirawat karena pneumonia dan mengalami penurunan kesadaran. Saat akan dilakukan pemberian obat oral, pasien sulit mengikuti perintah dan refleks menelannya tampak lemah. Tindakan yang paling tepat adalah ….

A. Menghancurkan obat dan mencampurnya dengan air
B. Memberikan obat sedikit demi sedikit
C. Meminta keluarga membantu pemberian obat
D. Memberikan obat saat pasien setengah duduk
E. Menunda pemberian oral dan mengonfirmasi rute pemberian alternatif

Jawaban: E

Pembahasan:
Gangguan kesadaran dan refleks menelan yang lemah meningkatkan risiko aspirasi. Pemberian obat oral sebaiknya ditunda dan dikonsultasikan untuk alternatif rute yang lebih aman.

Soal 11

Seorang laki-laki berusia 67 tahun dirawat dengan pneumonia. Hasil pengkajian menunjukkan suhu 38,8°C, frekuensi napas 32 kali/menit, terdengar ronki bilateral, dan SpO₂ 89%. Tindakan keperawatan yang paling diprioritaskan adalah ….

A. Memantau status pernapasan dan mempertahankan oksigenasi sesuai program
B. Mengajarkan teknik relaksasi progresif
C. Menganjurkan konsumsi makanan tinggi serat
D. Membatasi komunikasi dengan keluarga
E. Menunda pemeriksaan hingga suhu tubuh menurun

Jawaban: A

Pembahasan:
Hipoksemia dan peningkatan frekuensi napas menunjukkan masalah oksigenasi yang harus menjadi prioritas. Pemantauan pernapasan dan dukungan oksigen perlu dilakukan segera.

Soal 12

Seorang perempuan berusia 29 tahun dirawat setelah operasi sectio caesarea. Enam jam pascaoperasi, balutan tampak basah oleh darah dan tekanan darah menurun menjadi 90/60 mmHg. Tindakan awal yang paling tepat adalah ….

A. Mengganti balutan tanpa pemeriksaan lain
B. Mengkaji perdarahan, tanda vital, dan segera melaporkan kondisi pasien
C. Menganjurkan pasien minum lebih banyak
D. Membantu pasien mulai berjalan
E. Memberikan edukasi perawatan luka

Jawaban: B

Pembahasan:
Perdarahan pascaoperasi disertai hipotensi merupakan kondisi yang berpotensi serius. Perawat perlu segera menilai derajat perdarahan dan melakukan eskalasi penanganan.

Soal 13

Seorang anak berusia 7 tahun dengan asma tampak sesak, berbicara terputus-putus, frekuensi napas 34 kali/menit, dan terdengar wheezing. Prioritas tindakan keperawatan adalah ….

A. Memberikan makanan dalam porsi kecil
B. Mengajarkan permainan untuk mengurangi kecemasan
C. Memposisikan anak agar nyaman dan mendukung terapi bronkodilator sesuai program
D. Membatasi seluruh aktivitas selama 24 jam
E. Mengukur berat badan terlebih dahulu

Jawaban: C

Pembahasan:
Tanda yang muncul menunjukkan eksaserbasi asma. Prioritasnya adalah menjaga patensi jalan napas, memperbaiki ventilasi, dan mendukung terapi bronkodilator.

Soal 14

Seorang pasien gagal ginjal kronis mengeluh lemah dan berdebar. Hasil laboratorium menunjukkan kalium serum 6,3 mEq/L. Kondisi yang paling perlu diwaspadai adalah ….

A. Konstipasi
B. Gangguan pola tidur
C. Penurunan nafsu makan
D. Gangguan irama jantung
E. Gangguan integritas kulit

Jawaban: D

Pembahasan:
Hiperkalemia dapat menimbulkan gangguan konduksi listrik jantung dan aritmia yang berpotensi mengancam nyawa.

Soal 15

Seorang pasien pascastroke tampak menarik diri dan mengatakan, “Saya sudah tidak berguna karena tidak bisa bergerak seperti dulu.” Respons terapeutik yang paling tepat adalah ….

A. “Anda tidak boleh berpikir seperti itu.”
B. “Banyak pasien lain yang kondisinya lebih berat.”
C. “Anda harus tetap bersyukur.”
D. “Cobalah tidak terlalu memikirkan kondisi ini.”
E. “Saya memahami kondisi ini terasa berat. Bagian apa yang paling membuat Anda khawatir?”

Jawaban: E

Pembahasan:
Komunikasi terapeutik berfokus pada penerimaan perasaan pasien dan mendorong pasien mengekspresikan kekhawatirannya tanpa menghakimi.

Soal 16

Seorang ibu hamil usia kehamilan 38 minggu datang dengan kontraksi teratur. Pemeriksaan menunjukkan pembukaan serviks 8 cm dan ketuban masih utuh. Prioritas pemantauan yang dilakukan perawat adalah ….

A. Frekuensi kontraksi dan denyut jantung janin
B. Berat badan ibu sebelum hamil
C. Pola makan selama kehamilan
D. Riwayat imunisasi masa kecil
E. Jumlah kunjungan antenatal sebelumnya

Jawaban: A

Pembahasan:
Pada fase aktif persalinan, pemantauan kontraksi dan denyut jantung janin penting untuk menilai kemajuan persalinan serta kesejahteraan janin.

Soal 17

Seorang pasien diabetes melitus memiliki luka pada telapak kaki yang tidak terasa nyeri. Luka tampak kemerahan dan terdapat jaringan mati pada sebagian area. Edukasi yang paling penting diberikan adalah ….

A. Merendam kaki dengan air panas setiap hari
B. Memeriksa kaki setiap hari dan segera melaporkan perubahan luka
C. Berjalan tanpa alas kaki agar sirkulasi membaik
D. Mengoleskan obat tanpa petunjuk tenaga kesehatan
E. Memotong jaringan mati secara mandiri

Jawaban: B

Pembahasan:
Neuropati diabetik dapat menurunkan sensasi sehingga luka sering tidak disadari. Pemeriksaan kaki rutin membantu mencegah infeksi dan komplikasi lebih lanjut.

Soal 18

Seorang pasien mengalami luka bakar luas akibat ledakan. Pasien tampak gelisah, suara serak, terdapat jelaga di sekitar hidung, dan frekuensi napas meningkat. Prioritas tindakan keperawatan adalah ….

A. Menilai luas luka secara rinci
B. Memberikan cairan oral
C. Mengantisipasi gangguan jalan napas dan segera melakukan evaluasi airway
D. Membersihkan luka terlebih dahulu
E. Mengukur lingkar ekstremitas

Jawaban: C

Pembahasan:
Suara serak dan jelaga di sekitar hidung mengarah pada cedera inhalasi. Risiko obstruksi jalan napas harus ditangani sebagai prioritas.

Soal 19

Seorang pasien yang dirawat di ruang jiwa tampak sangat gelisah, mondar-mandir, mengepalkan tangan, dan mulai berteriak kepada pasien lain. Tindakan awal yang paling tepat adalah ….

A. Membiarkannya hingga tenang sendiri
B. Langsung melakukan restrain tanpa pendekatan verbal
C. Meminta pasien lain menenangkan pasien tersebut
D. Mendekati dengan tenang, menjaga jarak aman, dan melakukan deeskalasi verbal
E. Mengajak pasien berdebat mengenai perilakunya

Jawaban: D

Pembahasan:
Deeskalasi verbal merupakan langkah awal pada pasien yang mulai menunjukkan agitasi, selama kondisi masih memungkinkan dan keamanan tetap terjaga.

Soal 20

Seorang perawat menemukan rekannya hampir memberikan obat kepada pasien yang salah, tetapi kesalahan diketahui sebelum obat diberikan. Tindakan yang paling tepat adalah ….

A. Mengabaikan kejadian karena obat belum diberikan
B. Hanya menegur rekan secara pribadi
C. Menyimpan kejadian agar tidak menimbulkan masalah
D. Mencatatnya hanya jika pasien mengalami dampak
E. Melaporkan near miss sesuai sistem keselamatan pasien dan melakukan evaluasi penyebab

Jawaban: E

Pembahasan:
Near miss tetap perlu dilaporkan karena dapat digunakan untuk mengidentifikasi kelemahan sistem dan mencegah kejadian serupa terulang.

Perbanyak Latihan Soal Vignette UKOM Keperawatan & Ners Disini!

Masih ingin mengasah kemampuan lewat lebih banyak studi kasus? Temukan paket soal Vignette UKOM Keperawatan & Ners di bimbel.fungsional.id. Latihan dapat dikerjakan langsung melalui sistem CBT sehingga Anda bisa membiasakan diri membaca kasus, menangkap data penting, dan menentukan keputusan klinis secara lebih cepat.

Untuk bimbel, kampus, lembaga pelatihan, maupun instansi yang memerlukan soal UKOM Keperawatan & Ners dengan skenario yang disusun khusus, kami juga menerima pembuatan soal sesuai kebutuhan. Anda dapat menghubungi kami melalui WhatsApp yang tersedia di website ini untuk mendiskusikan topik, jumlah soal, dan format yang diinginkan.

Bagikan Sekarang