Soal Bahasa Panda bukan sekadar soal acak dengan kode sandi. Setiap soal harus memiliki pola yang konsisten, logika yang jelas, dan tingkat kesulitan yang terukur agar benar-benar dapat menguji kemampuan penalaran peserta.
Dalam praktiknya, banyak lembaga menghadapi kendala seperti:
Sulit merancang pola kode yang logis namun tidak mudah ditebak
Soal yang dibuat sering tidak konsisten tingkat kesulitannya
Keterbatasan variasi soal untuk kebutuhan tryout dan bank soal
Kesulitan memastikan soal benar-benar mengukur kemampuan logika, bukan sekadar hafalan
Kebutuhan format soal yang siap digunakan untuk offline maupun online
Tanpa perancangan yang tepat, soal Bahasa Panda berisiko kurang valid sebagai alat evaluasi kemampuan penalaran.